[Ficlet] Birthday Fear

2016-04-10-12-28-10

Special dedicate fanfiction to Choi Yuju 20th Birthday

— BIRTHDAY FEAR —

©2016, BaekMinJi93

 

Starring with

GFriend’s Choi Yuju with Her Mom

slight mention Seventeen’s Lee Dokyeom

 

| AU! – Angst – Comfort – Family – Fluff –  Psychology – Romance – Slice Of Life | Ficlet | General |

Disclaimer

This story and moodboard purely mine. DON’T BASHING AND DON’T PLAGIARISM!

Happy reading…


“Ibu pikir, Dokyeom pemuda yang baik untuk gadis cantik seperti putri ibu.”


Sejak lima belas menit yang lalu, Yuju masih tetap bergeming di tempatnya. Dapat kedua fokusnya tangkap jika seorang gadis terbalut gaun berwarna peach beserta bando permata tengah menatap balik dirinya. Jika Yuju boleh berkata jujur, gadis di dalam cermin tersebut sangatlah cantik. Tapi satu hal yang masih terasa mengganjal di hatinya, Yuju tak dapat berdusta jika ia tengah terpesona dengan refleksi dirinya sendiri.

“Yuju-ya.”

Gadis bermarga Choi tersebut seketika menoleh kala namanya terpanggil. Itu ibunya. Wanita yang memiliki paras cantik sepertinya meskipun usia tak lagi dapat dikatakan muda lagi.

“Ibu,” ucap Yuju seraya memeluk tubuh beliau. Entah sekuat apapun Yuju berusaha, dia tak lagi bisa menahannya guna menciptakan aliran sungai kecil. Masih di dalam pelukan sang ibu, Yuju mengutarakan isi hatinya. “Aku takut.”

Alih-alih langsung menjawab, beliau hanya dapat mengusap punggung anak gadisnya lembut.

“Apa yang kau takutkan, hm? Bukankah seharusnya kau memasang senyum manismu di hadapan semua orang? Ini hari spesialmu, sayang. Kau harus ceria, oke?

Sang ibu berucap dengan nada menghibur sembari mengusap sisa air mata yang tergenang di pelupuk mata Yuju.

Yuju menggeleng kuat. “Aku tidak bisa memasangnya, Bu. Percuma saja aku memasang senyum manisku jika ibu tak lagi berada di sisiku saat hari ulang tahunku tiba.”

DEG!

Raut wajah ibu Yuju seketika menegang, namun kurang dari sedetik sebuah kurva manis kembali tercipta di wajah pucatnya.

“Kau bisa memasangnya untuk ayahmu, Nak.”

Masih sesenggukan, Yuju membalas. “Setidaknya bagi ayah senyum milik Yeji lebih menenangkannya ketimbang milikku. Sejak ibu tiada, ayah sudah berubah. Ayah tak lagi sayang denganku, Bu.”

Yuju menumpahkan segala hal yang ia pendam selama ini. Seperti kebanyakan ibu di luar sana, ibu Yuju seolah menjadi pendengar yang baik untuk putrinya.

“Tidak ada ayah di dunia ini yang tak sayang dengan putrinya, Yuju-ya.”

“Tapi, Bu—”

“Tunggu,” ucapan ibunya seketika membuat Yuju menghentikan niatnya. “Kenapa kau mengurung diri di kamar? Ibu lihat sudah banyak tamu di bawah yang ingin melihat pesona putri ibu di pesta ulang tahunnya. Dokyeom juga. Kau tidak ingin bertemu dengannya?”

BLUSH …

Rona merah seketika tercipta di kedua pipi gadis bernama lengkap Choi Yuju ini. Merasa malu, sontak dirinya menundukan kepala. Melihat reaksi sang putri yang terkesan begitu lucu, ibu Yuju mengulas senyum manis di wajah.

“Turunlah, Nak. Jika kau masih menganggap ayahmu tak lagi sayang kepadamu, setidaknya ada Dokyeom yang dapat menggantikan posisi ibu di sampingmu.”

Mendengarnya, sontak Yuju mengangkat kepalanya dan merengut kesal. “Aku tidak ingin posisi ibu tergantikan!”

“Ibu pikir, Dokyeom pemuda yang baik untuk gadis cantik seperti putri ibu.”

Ibunya mencubit kedua pipi Yuju seraya tertawa kecil yang tentu saja Yuju balas dengan sikap meronta.

Well … ” Yuju menggantungkan ucapannya dan memainkan ujung gaunnya seakan mainan yang menarik untuknya “Setidaknya ucapan ibu ada benarnya juga. Bersedih hanyalah akan membuang-buang waktu. Terima kasih dan aku menyayangimu,” lanjutnya seraya membuat tanda hati di atas kepalanya.

Mendapat usapan kecil di puncak kepala serta senyuman manis dari sang ibu, bagi Yuju kedua hal tersebut sudahlah menjadi sebuah kado istimewa untuknya.

***

“Sebelumnya,”

Pandangan Yuju mengedar ke seluruh ruang tamunya. Menurut pemandangan yang ditangkap oleh fokusnya, beberapa dari teman-teman sekolahnya datang ke rumah untuk merayakan pestanya—tentu saja dengan Dokyeom di dalamnya.

“Aku, Choi Yuju, selaku pemilik acara ini ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh para undangan yang telah menyempatkan diri untuk datang ke pesta ini. Khususnya untuk ibu yang ada di ujung ruangan ini—Hai, Ibu!”

Yuju melambaikan tangannya ceria dengan arah pandang ke ujung ruangan. Tentu saja tingkahnya terlihat begitu aneh di mata orang lain, pasalnya tak ada seseorang pun di tempat yang Yuju maksud selain beberapa tumpukan kado untuknya. Tapi sepertinya Yuju tak peduli karena baginya, sang ibu tengah membalas lambaian tangannya dengan senyum yang tak kalah ceria.

“Terima kasih untuk semangatnya,” lanjutnya. “Dan omong-omong soal potongan kue pertama, aku akan memberikan kepada seseorang yang beberapa waktu terakhir ini mengisi relung hatiku yang sempat kosong akibat insiden beberapa waktu yang lalu. Dialah yang selalu ada di sampingku dengan senyum dan tingkah konyolnya.”

Tangan kanan Yuju meraih sepotong kue ulang tahun yang sebelumnya telah ia potong tepat setelah acara peniupan lilin berlangsung.

“Sedikit informasi, bukan berarti potongan pertama kue ini hanya akan kuberikan khusus untuk orang itu saja. Aku juga memberi satu peraturan agar dia mau berbagi dengan ayahku, karena beliau jugalah yang menempati posisi pertama setelah ibu meninggalkanku akibat kecelakaan yang dialaminya satu bulan yang lalu.”

Setetes kristal bening terjatuh. Setidaknya ia telah berkata jujur jika kini ayahnya telah berhasil menempati singgasana di hatinya. Sembari mengusap air matanya, Yuju kembali bersuara dengan tersenyum.

“Baiklah, tak perlu mengulur waktu lagi. Untuk Lee Dokyeom, bisakah kau kemari dan memakan potongan roti ini bersama dengan ayahku?”

 

FIN

 

Bebe’s Notes:

Kyaaaa… Saengil Chukkae hamnida, uri beautiful voice Ddidoli unnie ❤ ❤ ❤

Wish you all the best and God bless you ^-^

Sebelumnya maaf kalo fiksi ini terkesan aneh atau membingungkan atau gak jelas atau yang lainnya. Dan buat yang mikir kalo ibunya Yuju itu udah meninggal, iya itu memang bener. Tapi Yuju bisa melihat ibunya dalam wujud … you know-lah 😀

Thanks buat yang udah baca and hope you like it, buddy ^-^

See ya!

 

Warm Regards,

—BaekMinJi93

Dengan kaitkata

2 thoughts on “[Ficlet] Birthday Fear

  1. Baby Bee berkata:

    Reblogged this on 93's Vintage Cafe and commented:

    Happy 20th birthday kapelnya mas Deka-eh?😂
    Wish you all the best and God bless you, unnie 🎉🎂🎁

    Suka

  2. Dedestination berkata:

    Cciieee dokyeom dpt kue darinyuju ciieeeee
    Btw, kenapa dedes gak dikasih kue ama yuju ?

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Baby Bee Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: